Di sebuah kerajaan matematika yang jauh sekali, hiduplah tiga sahabat yang sangat akrab: Penggaris, Segitiga, dan Jangka.
Mereka tinggal di negeri Matematika yang luas, di sebuah kastil tua berbentuk kotak pensil. Penduduk di negeri ini sangat banyak: berbagai bentuk geometri, angka-angka, semua operasi aritmetika, dan buku tulis. Mereka sangat banyak, tetapi hidup dengan rukun dan selalu saling membantu, meskipun mereka suka berdebat tentang siapa di antara mereka yang paling penting.
Suatu hari, ketiga sahabat itu memutuskan untuk mengunjungi Persegi, yang tinggal di sebelah mereka.
Persegi tinggal di istana baru yang baru saja dibangun. Teman-teman mereka sangat terkesan dengan bangunan itu, sehingga mereka juga ingin membangun rumah baru yang luas untuk diri mereka sendiri, karena kastil tua mereka semakin lama semakin rusak: sudut-sudutnya miring dan atapnya hampir runtuh.
Dalam rapat keluarga, ketiga sahabat itu membagi tugas, menyepakati siapa yang akan bertanggung jawab atas apa dalam pembangunan. Penggaris menawarkan diri untuk membangun dinding, Jangka untuk atap, dan Segitiga mendapat tugas membuat jendela dan pintu. Mereka semua bekerja dengan semangat yang berlipat ganda.
Namun tidak semuanya berjalan lancar! Ketika pembangunan hampir selesai, mereka menyadari rumahnya menjadi miring. Mereka seharusnya menghitung semuanya lagi dengan detail, tetapi ketika teman-teman itu mulai mencari tahu siapa yang membuat kesalahan dan siapa yang tidak mengerti aturan perhitungan dalam merancang rumah, mereka bertengkar. Mereka pun bercerai-berai, lelah dan kecewa, ke ruangan-ruangan mereka di kastil kotak pensil.
Pagi harinya, Busur Derajat, Buku Tulis, dan Pensil dari kerajaan matematika yang sama datang membantu mereka. Setelah melakukan semua pengukuran dan memastikan sudut-sudutnya benar, Pensil dengan bantuan Busur Derajat melakukan semua perhitungan dan kalkulasi, dan membuat rencana pembangunan di buku tulis.
Jangka sekarang harus bertanggung jawab atas semua ukuran hingga milimeter, Penggaris membangun dinding dan atap, dan Segitiga bertanggung jawab atas ketepatan semua sudut rumah.
Mendengarkan saran dari teman-teman matematika mereka, alat-alat gambar itu membangun rumah baru yang lurus dan indah. Rumahnya memiliki bentuk yang sempurna dengan hasil teknis yang baru. Sejak saat itu, di kerajaan Matematika, semua pembangunan dan perhitungan dilakukan hanya dengan bekerja sama!